Tanpa terasa puasa Ramadhan 1434
H telah kita lalui hampir sepertiganya. Tetap menjaga hati dan pikiran agar
niat tetap lurus, ikhlas beribadah hanya untuk Allah, lebih baik untuk kita.
Melewati sepertiga pertama bulan
Ramadhan ini, secara fisiologis tubuh kita telah mampu menyesuaikan terhadap
perubahan jadwal dan kuantitas asupan makanan dan minuman. Biasanya kita makan
tiga kali sehari, pada saat Ramadhan hanya dua kali dengan jadwal yang berbeda
pula. Apakah ini baik bagi tubuh kita? Apakah ini bermanfaat?
Bagi kita ummat muslim,
diwajibkan berpuasa berarti wajib pula kita imani pasti ada hikmah dibalik
puasa itu sendiri. Dalam hal keimanan, salah satu manfaat puasa dapat kita
lihat dalam hadits Rasulullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
yang artinya “Bagi orang yang berpuasa ada dua
kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu
dengan Tuhannya” (HR Bukhari).
Manfaat puasa secara fisik,
sebenarnya telah disampaikan juga pada saat seminar kesehatan yang dilaksanakan
dalam menyambut bulan Ramadhan tanggal 5 Juli lalu di kantor kita tercinta ini.
Dokter ahli penyakit dalam yang menjadi pembicara utama di seminar tersebut
menyampaikan beberapa manfaat puasa sebagai berikut:
- Mengistirahatkan selama 14-18 jam organ pencernaan
- Mengaktifkan enzim enzim pemecah glikogen (gula otot/hati)
- Mengaktifkan enzim enzim pemecah lemak
- Mengaktifkan hormon glukagon, menurunkan hormon insulin
- Meningkatkan sensitivitas sel terhadap hormon insulin
- Mengontrol tekanan darah
- Melatih ginjal untuk lebih efektif menahan cairan tubuh
- Menurunkan kadar kolesterol tubuh
- Menurunkan kadar gula darah
- Menurunkan senyawa O2 radikal bebas
- Mendorong terjadinya pergantian sel sel tubuh
- Menurunkan berat badan
- Memperbaiki gejala sindroma dispepsi fungsional
- Mempercepat penyembuhan jamur kulit
- Meningkatkan volume cairan semen, presentase spermatozoa yang hidup dan jumlah total sperma
Manfaat puasa tak diragukan lagi,
selain menambah iman dan taqwa kita terhadap Allah Sang Maha Pencipta, puasa
juga sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri.
Dalam sebuah hadits Qudsi Allah
berfirman: “Sesungguhnya amalan anak Adam
adalah untuknya, kecuali puasa, maka dia adalah untukKu dan Aku sendiri yang
akan membalasnya. Sesungguhnya dia telah meninggalkan syahwat, lapar dan dahaga
karena Aku. “